Minggu, 20 Maret 2016

Ketegaran Ummu Syuhada’

Tidak ada komentar:
Ketegaran Ummu Syuhada’

Kehilangan empat orang anak sekaligus tak pernah membuatnya sedih. Namun justru membuat wanita tua ini bahagia. Dialah Al-Khansa bin Amru. Seorang penyari wanita yang terkenal cantik dan pandai di kalangan bangsa Arab ketika itu. Setelah memeluk islam seluruh jiwa raganya diserahkan kepada Islam termasuk anak-anaknya.

Da mempunyai empat orang putera. Semuanya dididik untuk senantia menjadi martir islam yang gaagah berani. Khansa senantiasa mengembelng anaknya sejak kecil agar jangan takut menghadapi peperangan dan ujian dalam membela Islam. Pada tahun 14 Hijrah, Khalifah Umar Ibnul Khattab mempersiapkan satu pasukan tempur untuk memerangi bangsa Farsi. Pasukan Islam dari berbagai kabilah telah dikerahkan untuk menuju ke medan perang hingga mencapai 41.000 orang. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Khansa pun mengutus keempat-empat puteranya agar ikut mengangkat senjata dalam perang suci itu. Tak hanya itu, Khansa sendiri juga ikut ke medan perang dalam kumpulan pasukan wanita yang bertugas merawat danmenggelorakn semangat juang tentara Islam melalui syair-syairnya. Sebelum jihad di medan perang, kepada keempat putranya, Khansa menitipkan sebuah pesan. “Wahai anak-anakku! Kamu telah memilih Islam dengan rela hati. Kemudian kamu berhijrah dengan sukarela pula. Demi Allah, yang tiada tuhan selain Dia, sesungguhnya kamu sekalian adalah puteraputera dari seorang lelaki dan seorang wanita. Kamu telah tahu pahala yang disediakan oleh Allah kepada kaum muslimin dalam memerangi kaum ka­r itu. Ketahuilah bahwasaya kampung yang kekal itu lebih baik daripada kampung yang binasa.” Kemudian Khansa membacakan satu ayat dari surah Ali Imran yang bermaksud. Lalu dia berkata lagi, “Jika kalian bangun esok pagi, insya Allah dalam keadaan selamat. Maka keluarlah untuk berperang dengan musuh kamu. Gunakanlah semua pengalamanmu dan mohonlah pertolongan dari Allah. Jika kalian melihat api pertempuran semakin hebat dan kamu dikelilingi oleh api peperangan yang sedang bergejolak, masuklah ke dalamnya. Dan rengkuhlah puncaknya ketika meletus pertempurannya. Semoga kalian sukse mendapat balasan di kampung yang abadi, dan tempat tinggal yang kekal.” Tak lama kemudan, perang besarbesaran pun terjadi. Tak kurang dari 41.000 orang tentera Islam melawan tentera Farsi yang berjumlah 200.000 orang. Pasukan Islam mendapat tentangan hebat, namun mereka tetap yakin akan pertolongan Allah. para putera-putera Khansa juga turut maju untuk merebut peluang memasuki syurga. Berkat dorongan dan nasihat dari sang ibunda, mereka tidak sedikit pun berasa takut. Sambil mengibas-ngibaskan pedang, salah seorang dari mereka bersenandung, ”Hai saudara-saudaraku! Ibu tua kita yang banyak pengalaman itu telah memanggil kita semalam dan membekalkan nasihat. Semua mutiara yang keluar dari mulutnya bernas dan berfaidah. Insyaallah akan kita buktikan sebentar lagi.” Kemudian dia pun maju memukul setiap musuh yang datang. Seterusnya disusul pula oleh anak kedua maju dan menentang setiap musuh yang menyerang. Dengan semangat yang berapi-api ia bersyair, “Demi Allah! Kami tidak akan melanggar nasihat dari ibu tua kami. Nasihatnya wajib ditaati dengan ikhlas dan rela hati. Segeralah bertempur, Segeralah bertarung dan menggempur musuh-musuh bersama-sama. Sehingga kau lihat keluarga Kaisar musnah.” Anak Khansa yang ketiga segera melompat dengan beraninya dan bersyair, “Sungguh ibu tua kami kuat semangatnya. Dia tetap tegas tidak akan pernah goncang. Beliau telah memberihakn tihtah agar bertindak cakap dan berakal cemerlang. Mari! Segera memasuki medan tempur dan segeralah untuk mempertahankan diri. Dapatkan kemenangan yang bakal membawa kegembiraan di dalam hati. Atau tempuhlah kematian yang bakal mewarisi kehidupan yang abadi.” Tak ketinggaln, anak keempat seraya menghunus pedang dan melompat menyusul ketiga saudaranya. Dia pun bersyair, “Bukanlah aku putera Khansa’. Bukanlah aku anak laki-laki. Dan bukanlah sebab ‘Amru yang pujiannya sudah lama terkenal. Kalau aku tidak membuat tentara asing yang berkelompok-kelompok itu terjungkal ke jurang bahaya, dan musnah oleh senjataku.” Maka keempat-empat putera Khansa berjuang dengan tekad bulat untuk mendapatkan syurga sambil diiringi oleh munajat bundanya yang berada di garis belakang. Dalam pertempuran ini akhirnya umat islam mampu memporakporandakan tentara Farsi dengan jumlah syahid sebanyak lebih kurang 7,000 orang. Dari jumlah syuhada itu terbujur empat orang anak Khansa’. Kaum muslimin pun menemui Khansa memberitahukan kesyahidan putraputranya. Khansa pun menerima berita itu dengan tenang, gembira dan hati tidak bergoncang. al-Khansa terus memuji Allah dengan ucapan, “Segala puji bagi Allah, yang telah memuliakanku dengan mensyahidkan mereka. Dan aku mengaharapkan dari Tuhanku, agar Dia mengumpulkan aku dengan mereka di tempat tinggal yang kekal dengan rahmat-Nya!” Al-Khansa kembali semula ke Madinah bersama para perajurit yang masih hidup dengan meninggalkan mayat-mayat puteranya di medan pertempuran Kadisia. Dari peristiwa peperangan itu pula wanita penyair ini mendapat gelaran kehormatan “Ummu syuhada” yang ertinya ibu kepada orang-orang yang mati syahid. •

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
back to top