Senin, 28 Maret 2016

Nusaibah binti Ka’ab Al-Anshariyah

Tidak ada komentar:
Wanita Yang Setara dengan Seribu laki-laki
Nusaibah binti Ka’ab Al-Anshariyah

Ada seorang wanita yang begitu dikagumi Rasullah SAW atas keberaniannya. Dialah Nusaibah binti Ka’ab Al-Anshariyah. Sosok wanita sholeh yang turut melindungi Nabi Muhamad saat meletusnya perang Uhud. “Tidaklah aku melihat ke kanan dan ke kiri pada pertempuran Uhud kecuali aku melihat Nusaibah binti Ka’ab berperang membelaku,” puji Rasulullah.

Wanita yang lebih dikenal dengan nama Ummu Imarah ini merupakan adalah salah satu dari 2 perempuan yang bergabung dengan 70 laki-laki Anshar yang berbai’at kepada Rasulullah di Aqabah. Ia adalah seorang sahabat perempuan yang mulia dan pemberani. Ummu Imarah hampir selalu ikut dalam setiap peperangan bersama suami – Zaid bin Ahsim – dan kedua anaknya – Hubaib dan Abdullah. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa dalam tiap pertempuran Nusaibah berperang penuh keberanian dan tidak menghiraukan diri sendiri ketika membela Rasulullah. Bahkan ketika dirinya menderita luka-luka di sekujur tubuh sekalipun. Saat melindungai Nabi Muhammad pada perang Uhud, sedikitnya ada sekitar 12 luka di tubuhnya. Ketika itu datanglah Ibnu Qomi’ah yang hendak membunuh Rasulullah. Maka berdirilah Ummu Imarah diantara keduanya. Sontak saja Ibnu Qomi’ah memukul bagian belakang leher Ummu Imarah dengan keras hingga luka parah. Namun dengan gagah berani layaknya seorang lelaki pemberani, dia membalas dengan beberapa pukulan. Meskipun seorang perempuan, Ummu Imarah tidak gentar dan lemah. Dirianya tetap berada di medan perang melindungi utusan Allah yang sangat dicintainya. Sepeninggal Rasulullah – pada masa Khalifah Abu Bakar, jejak kepahlawanan Nusaibah juga terlacak di perang Yamamah. Saat itu dia pergi berperang melawan Musailamah al-Kadzab bersama putranya Abdullah. Ketika Abdullah putranya memegang tangan Nusaibah dan memapahnya menuju jenazah Al Kadzab, dia pun berkata, “Tidak ada satupun yang dapat menghalangiku hingga aku melihat manusia kotor ini telah dibunuh.” Beberapa saat setelah Perang Yamamah, Nusaibah akhirnya wafat menghadap Sang Pencipta, pada tahun ke-13 Hijriyah. Sungguh luar biasa kesetiaan yang diberikan oleh Nusaibah binti Ka’ab dalam jihad dijalan Allah. Pantaslah jika dia dijuluki Ummu Imarah (ibunya para pemimpin) dan Difaun Nabi (Perisai Nabi). Bahkan para ahli sejarah menyebut bahwa semangat dan keberanian Nusaibah setara dengan seribu laki-laki biasa. •dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
back to top